RatuBuah.com - Buah pir menjadi salah satu buah yang cukup populer dan banyak digemari. Buah dengan rasa manis dan segar ini ternyata memiliki banyak manfaat. Siapa sangka jika manfaat buah pir untuk wajah juga cukup beragam. Penasaran? Simak penjelasan berikut hingga tuntas ya!
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Rosales
Famili: Rosaceae
Subfamili: Maloideae
Genus : Pyrus
Tanaman pir diperkirakan berasal dari China bagian barat, tepatnya berasal dari kaki gunung Tian Shan. Kemudian tersebar ke utara dan selatan di sepanjang pegunungan tersebut. Selanjutnya, pir pun berkembang menjadi 20 hingga 30 spesies yang saat ini dikenal sebagai spesies utama.
Di Eropa, buah pir terbagi menjadi banyak varietas yang berasal dari spesies Pyrus communis dan Pyrus caucasica. Jenis pir banyak dibudidayakan untuk mencukupi pasar Eropa. Tanaman pir sejak lama telah dibudidayakan di daerah bersuhu dingin, bahkan ditemukan bukti bahwa buah pir sudah dimanfaatkan sebagai makanan sejak masa pra sejarah. Banyak bukti didapatkan dari penemuan masa pra sejarah di danau Zurich.
Selain di Eropa, tanaman pir juga dibudidayakan di China sejak tahun 2.000 SM, serta bangsa Romawi juga membudidayakan buah ini di masa lampau. Pir dapat dikonsumsi secara langsung dalam bentuk buah segar atau pun dapat dimasak terlebih dahulu, seperti cara orang Romawi kuno mengonsumsi buah apel. Sebuah buku resep dari zaman Romawi juga menjelaskan mengenai resep buah pir yang diolah menjadi sup pedas dan souffle.
Buah pir liar biasanya berukuran kecil dibanding pir hasil budidaya. Pir liar hanya berukuran sekitar 4 cm. Sementara itu, pohon pir yang dibudidayakan menghasilkan buah berukuran besar, sekitar 18 x 8 cm. Bentuk buah pir bervariasi, ada yang bulat dan ada juga yang bagian bawahnya lebih besar dengan bagian pangkal buah lebih kecil.
Biasanya jenis ini adalah pir yang berasal dari Eropa. Pada umumnya, pir siap dipanen pada awal musim gugur.
Seperti buah-buahan pada umumnya, zat gizi yang paling banyak terdapat pada buah pir yaitu vitamin, mineral, dan serat. Akan tetapi, ini belum semuanya. Di bawah ini kandungan nutrisi dari mengonsumsi satu buah pir berukuran sedang.
Energi: 101 kkal
Protein: 0,6 gram
Lemak: 0,2 gram
Karbohidrat: 27 gram
Serat: 5,5 gram
Tiamin (vitamin B1): 0,021 miligram
Riboflavin (vitamin B2): 0,05 miligram
Niasin (vitamin B3): 0,29 miligram
Asam pantotenat (vitamin B5): 0,09 miligram
Piridoksin (vitamin B6): 0,05 miligram
Folat (vitamin B9): 12,5 mikrogram
Kalsium: 16 miligram
Zat besi: 0,3 miligram
Magnesium: 12,5 miligram
Fosfor: 21,4 miligram
Kalium: 206 miligram
Natrium: 1,8 miligram
Selain zat gizi yang telah disebutkan di atas, buah pir juga tinggi akan antioksidan dan senyawa tumbuhan. Semua zat gizi bermanfaat ini tersimpan dalam buah yang rendah kalori, lemak, dan kolesterol.
Mengonsumsi buah pir secara rutin bisa memberikan tubuh beragam manfaat, sebagai berikut.
Kandungan serat pir cukup tinggi sehingga buah ini dinilai ampuh untuk mencegah dan mengatasi sembelit. Cukup dengan mengonsumsi satu buah pir ukuran sedang, Anda bisa memenuhi 22% kebutuhan serat dalam sehari.
Buah pir juga mengandung sejenis serat yang disebut pektin. Pada sebuah penelitian di Tiongkok, pemberian pektin sebanyak 24 gram per hari selama satu bulan terbukti membantu meringankan sembelit dan mendukung pertumbuhan bakteri usus.
Buah pir mengandung berbagai vitamin dan mineral penting untuk tulang, di antaranya vitamin K dan boron. Vitamin K bersama mineral lain seperti kalsium, magnesium, dan fosfor bekerja sama untuk menjaga kepadatan tulang dan mencegah pengeroposan.
Sementara itu, boron berperan dalam menambah kepadatan mineral tulang, menjaga kadar vitamin D dalam tulang, dan meredakan peradangan di sekitar tulang. Berbagai fungsi ini merupakan kunci dari tulang yang kuat dan padat.
Buah pir kaya akan kandungan serat dan air. Pada saat yang sama, buah dengan nama ilmiah Pyrus communis ini juga rendah lemak, kalori, dan kolesterol. Semua ini merupakan kombinasi tepat untuk Anda yang sedang berjuang menurunkan berat badan.
Hal ini bahkan telah terbukti dalam sebuah penelitian terbitan jurnal Food & Function. Setelah para peserta rutin makan pir selama 12 minggu, tim peneliti menemukan bahwa lingkar pinggang mereka mengecil hingga sebesar 2,7 sentimeter.
Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa pola makan yang banyak mengandung buah, terutama pir, berpotensi melindungi tubuh dari kanker. Manfaat ini kemungkinan berasal dari dua zat antikanker pada buah pir, yaitu antosianin dan asam sinamat.
Penelitian lainnya juga menyebutkan bahwa buah yang mengandung flavonoid mungkin dapat menurunkan risiko kanker payudara dan ovarium. Salah satu contoh buah yang kandungan flavonoidnya paling tinggi tidak lain adalah pir.
Khasiat buah pir yang selanjutnya berasal dari zat antioksidan yang disebut prosianidin. Zat ini dipercaya dapat mengurangi kekakuan pada jaringan jantung, menurunkan kolesterol ‘jahat’ LDL, serta meningkatkan kolesterol baik (HDL).
Tidak hanya daging buahnya, kulit buah pir juga mengandung antioksidan lain berupa quercetin. Zat ini membantu memelihara kesehatan jantung dengan cara mengurangi peradangan dan menurunkan tekanan darah.
Nah, itulah segudang manfaat yang ada di buah pir. Semoga bermanfaat!