Mudah Didapat! 6 Rekomendasi Buah yang Baik Dikonsumsi Saat Haid

17-04-2022

RatuBuah.com - Setiap bulannya, wanita yang masih mengalami masa subur akan mengalami menstruasi atau haid. Namun sebelum masa haid datang, hampir semua wanita akan mengalami kram di bagian perut.

Salah satu cara untuk bantu redakan kondisi tubuh yang tidak nyaman selama haid adalah mengonsumsi makanan yang tepat. Ada beberapa jenis makanan yang baik dikonsumsi saat haid, salah satunya buah.

Selain baik bagi kesehatan, konsumsi buah saat menstruasi juga memberikan beberapa manfaat. Diantaranya bantu atasi nyeri saat menstruasi, atasi perut kembung hingga bantu perbaiki suasana hati.

Lalu apa saja buah-buahan yang sebaiknya rajin kita konsumsi saat menstruasi?

Berikut 6 Rekomendasi Buah yang Baik Dikonsumsi Saat Haid

1. Pisang

Buah pertama yang dapat meredakan nyeri haid adalah pisang. Dilansir dari Flo, pisang kaya akan vitamin B6 dan potasium, yang dapat meredakan kram otot dan kembung. Kandungan magnesiumnya pun dapat mengurangi keparahan kram menstruasi.

Di sisi lain, kandungan serat di dalam pisang juga dapat membantu memperlancar sistem pencernaan. Namun, pisang juga kaya gula alami, jadi sebaiknya makan dalam jumlah sedang.

2. Mentimun

Di balik banyaknya manfaat mentimun, nyatanya masih ada anggapan yang beredar di masyarakat bahwa buah ini harus dihindari saat sedang mentruasi atau haid.

Konsumsi mentimun saat menstruasi katanya dapat membuat darah haid menempel di dinding rahim sehingga memicu terjadinya kista atau kanker ovarium. Ada juga yang menggangap bahwa getah pada mentimun dapat memicu kanker rahim jika dimakan saat menstruasi.

Kedua anggapan ini tentu tidak benar dan hanyalah mitos belaka. Secara medis, tidak ada larangan untuk mengonsumsi timun saat menstruasi. Makan mentimun tidak terbukti membuat darah haid tersisa di dinding rahim dan getahnya pun tidak akan sampai pada rahim.

Buah-buahan yang kaya akan air, seperti mentimun, justru sangat baik dikonsumsi selama haid karena dapat mencukupi kebutuhan cairan tubuh dan mencegah dehidrasi.

3. Semangka

Saat datang bulan, kita biasanya ingin mengonsumsi yang manis-manis. Daripada mengonsumsi camilan atau kudapan yang kandungan gulanya terlalu tinggi, coba ganti dengan mengonsumsi buah semangka.

Mirip dengan mentimun, semangka juga banyak mengandung air yang dapat meredam rasa nyeri saat haid.

4. Jeruk

Buah jeruk yang kaya akan vitamin C juga kaya akan kalsium yang bantu mengurangi perasaan cemas, kurangi nyeri dan kram saat menstruasi, juga membuat rileks otot sekitar perut.

Jeruk juga mengandung vitamin D yang berperan mengatur enzim untuk mengubah triptofan menjadi serotonin, neurotransmitter yang membantu mengatur suasana hati.

5. Pepaya

Pepaya dianggap sebagai obat alami untuk membuat siklus haid lebih lancar. Buah ini kaya akan sumber karoten, sehingga dapat membantu mempercepat produksi estrogen dalam tubuh, dan mampu menginduksi haid.

Selanjutnya, pepaya diketahui menyebabkan kontraksi di dalam rahim dan membantu menumpahkan lapisan rahim, yang dapat membawa siklus haid datang lebih awal.

Kemampuannya yang kuat untuk mengatur menstruasi adalah alasan mengapa wanita hamil diminta untuk pantang makan pepaya, terutama pada bulan-bulan awal.

Maka dari itu, untuk mengatur siklus haid lebih lancar, kita bisa mengonsumsi pepaya secara rutin. Jus pepaya atau ekstraknya juga bermanfaat.

6. Nanas

Banyak wanita yang takut mengonsumsi nanas karena disinyalir dapat menyebabkan keputihan. Namun, hal ini ternyata hanya mitos.

Keputihan adalah cairan vagina yang diproduksi secara alami oleh hormon tubuh justru untuk menjaga kebersihan vagina Anda, bukannya diproduksi karena Anda makan nanas.

Buah nanas justru bermanfaat untuk mengurangi nyeri haid karena kandungan mangannya. Kandungan antioksidan pada buah nanas bermanfaat untuk mengurangi peradangan akut, yang bisa menjadi penyebab kram perut saat menstruasi.

Manfaat nanas ini didukung dengan kandungan bromelain yang turut membantu mengendurkan otot sekitar perut, sehingga meminimalisir gejala nyeri kram saat menstruasi.

Dari penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa tidak semua mitos itu bisa dipercaya. ada baiknya kita pastikan terlebih dahulu sebelum mempercayainya.