RatuBuah.com - Pernahkah kamu melihat buah yang satu ini? Atau bahkan mengolahnya menjadi resep masakan yang sangat lezat? Yap, buah yang satu ini memanglah sangat lezat bila diolah menjadi berbagai masakan, mulai dari terung sambal, terung tauco, dan sebagainya.
Terung (juga terong) (Solanum melongena) adalah tumbuhan penghasil buah yang dijadikan sayur-sayuran. Asalnya adalah India dan Sri Lanka. Terung berkerabat dekat dengan kentang dan leunca, dan agak jauh dari tomat.
Nah, untuk mengetahui lebih lanjut tentang buah yang satu ini, yuk simak ulasan berikut!
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Sub-divisio : Angiospermae
Kelas : Dycotyledonea
Ordo : Tubiflorae
Family : Solanaceae
Genus : Solanum
Spesies : Solanum melongena L
Tanaman terong (Solanum melongena) merupakan jenis sayuran tahunan semusim. Selain India, Indonesia dipercaya merupakan asal tanaman terong. Tanaman ini banyak dijumpai tumbuh liar di hutan-hutan kita.
Buah terung memiliki warna buah yang khas. Warna buahnya ungu cerah atau hijau. Memanjang, lurus, atau melengkung tergantung dari ukurannya masing-masing. Bunganya berwarna ungu. Termasuk bunga dengan karakteristik sempurna. Biasanya, bunga tanaman terong terpisah dan terbentuk dalam tandan bunga.
Daun tanamannya lebar dan berbentuk seperti telinga manusia. Ciri fisik yang ini cukup khas, sehingga mudah mendeskripsikannya.
• Kalori
• Protein
• Karbohidrat
• Serat
• Lemak
Selain itu, terong juga mengandung beragam vitamin dan mineral, seperti asam folat, vitamin A, vitamin C, Vitamin K, kalium, kalsium, zat besi, dan magnesium.
Kulit terong yang berwarna ungu diduga mengandung zat antioksidan bernama nasunin. Salah satu manfaat dari senyawa antioksidan ini adalah menekan risiko penyakit jantung.
Selain itu, sebuah studi mengungkapkan bahwa antioksidan dalam terong juga memiliki kemampuan untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah. Dengan begitu, risiko terkena gangguan jantung pun akan lebih rendah.
Terong juga mengandung banyak serat dan polifenol yang mampu menurunkan kadar gula darah. Di samping itu, terong juga dapat mengurangi penyerapan gula dan meningkatkan kadar hormon insulin dalam darah sehingga dapat mencegah penyakit diabetes.
Terong merupakan salah satu makanan rendah kalori dan kaya kandungan serat, sehingga dapat Anda konsumsi sehari-hari untuk menurunkan dan menjaga berat badan. Serat bisa membuat perut kenyang lebih lama sehingga dapat mengurangi asupan kalori secara keseluruhan.
Tak hanya menurunkan berat badan, kandungan serat di dalam terong juga dapat melancarkan sistem pencernaan. Selain itu, serat juga dapat meningkatkan proses metabolisme dalam tubuh dan penyerapan makanan di usus.
Kandungan mangan yang tinggi dalam terong juga baik untuk memelihara kesehatan tulang. Hal ini karena mangan dapat membantu proses pembentukan tulang dan meningkatkan kepadatan tulang. Dengan begitu, risiko Anda mengalami osteoporosis pun menjadi lebih rendah.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa antioksidan dalam terong, misalnya nasunin dan asam klorogenat, memiliki efek antibakteri yang bisa melindungi tubuh dari infeksi bakteri. Beberapa bakteri yang dimaksud meliputi Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Pseudomonas aeruginosa.
Meski begitu, studi tersebut masih terbatas di laboratorium sehingga penelitian lebih lanjut masih perlu dikembangkan untuk memastikan manfaat terong satu ini.
Mengonsumsi terong juga bisa mencegah penyakit kanker, sebab terong mengandung beberapa antioksidan untuk melawan sel kanker, misalnya asam klorogenat.
Tidak hanya mampu mencegah penyakit kanker, asam klorogenat dalam terong juga diketahui memiliki efek antibakteri dan antivirus.
So, sudah pernahkah kamu mencoba olahan buah yang satu ini?